0

Read This


Hai pembaca setia blog punyamia ini. makasih udah selalu view and read blog kesayangan aku ini ya.

Makasih udah nemenin setahun ini di blog aku yang paliiiiiing tersayang.

Mulai sekarang aku akan stop posting tulisan di blog ini ya, sediiiih tapi ya mau gimana lagi.

Aku akan tetap membaca komentar kalian dan paling sedikit update satu judul di blog ini.

Kalau mau liat tulisan-tulisan terbaru aku, silahkan buka link inidibawah ini.

Makasih Atas perhatian dan kontribusinya selama ini ya. Tetaplah menulis. Semangat!

klik disini

Iklan
0

Sekarang dan yang lalu


Everything will change as the time passed by.

Puasa tahun lalu masih berstatus mahasiswa yang kadang menghabiskan waktu berbuka bersama keluarga, mengisi konten di blog sendiri, mengikuti kegiatan blogger dan fangirling berjam-jam.

Pulang kerumah sambil berbuka puasa bersama sanak saudara, riweuh beli bukaan dan berbagai macam makanan, belum lagi mempersiapkan alat makan serta takjil untuk ke pesantren.

Namun puasa tahun ini semuanya berubah, tak lagi sama dan sedikit berbeda. Rindu pada dia, dia yang biasa menjadi tempat bermanja ria, dia yang biasa mengingatkan ibadah dan menyuruh berhati-hati dalam berkendara.

Papah, semenjak beberapa bulan yang lalu, beliau mengikuti kegiatan diklat yang memakan waktu serta tenaga. Harus mobile bandung-depok setiap minggu.

Sejujurnya, sudah terbiasa ditinggal pergi kedua orang tua, namun, rasanya ini yang paling lama, berbulan-bulan dan waktu jumpa yang sangat sedikit. Berbagai macam aktifitas yang dilakukan bersama nyatanya semua berkurang.

Rindu, rindu papah yang biasa dipeluk dan dicium. Rindu ketika pagi harus bangun dan mengantarnya hingga teras saat hendak berangkat kerja.

Semua berbeda, puasa tahun lalu masih menjadi mahasiswa, dan puasa tahun ini menjadi pekerja. Waktu banyak dihabiskan untuk membantu sesama, bukan untuk bersama keluarga seperti biasanya.

Mamah tentu saja kesepian, karena ini adalah puasa pertama dalam hidupnya berumah tangga tanpa papah.

Meski hanya beberapa hari, tapi rasanya seperti ada yang kosong, sepi, dan tidak ada yang kerepotan.

Waktu berlalu dengan biasanya, tidak ada yang dipercepat maupun diperlambat. Percayalah, tidak ada yang berubah perihal perputaran waktu, yang berubah hanya usia dan jenjang karir.

Usia yang sekarang memasuki usia yang sangat produktif dalam mengolah kehidupan menjadi lebih baik lagi. Dan jenjang karir menuntut untuk melakukan perbaikan dan peningkatan.

Counting days feels like it’s killing me slowly.

Menghitung hari papah kembali kerumah rasanya sangat tak sabar. Rasanya ingin langsung beliau tiba dirumah dalam hitungan detik.

Papah, dari lubuk hati terdalam, neng kangen.

Biasanya neng dipeluk atau dicium pas bangun tidur, tapi papah masih tugas disana. Biasanya neng manja-manjaan sama papah sambil ngajak makan disana dan disitu, tapi semuanya harus ditahan. papah masih tugas dan belum selesai.

Papah, tanpa neng ucapkan secara lantang maupun tertulis pada setiap status, neng sayang papah. Neng kangen.

0

The Untold Story “Us”


Hai dut, di, terima kasih sudah berada disana saat masa-masa kecil kita, saat kita beranjak dewasa dengan segala kenakalan remaja, dengan segala perkataan kasar, atas segala janji dan rencana yang telah dibuat.

Terima kasih sudah mewarnai hidup gue, selalu berada disana saat kekurangan, kesedihan maupun kesendirian. Persahabatan kita gak akan luntur oleh waktu, hanya saja kesibukan dan dunia masing-masing yang membuat kita terpisah oleh jarak dan waktu.

Dut, di, sukses ya buat kita. Sekarang usia kita 22-23, kita bakal kumpul bareng lagi diusia berapa? 40?

Dut, pernikahan lo adalah sebuah patah hati terdahsyat gue, ketika kita sudah merencanakan bahwa saatnya nanti salah satu dari kita akan menikah, kita akan foto bersama sebagai single yang terbalut dalam sebuah persahabatan abadi. Baca lebih lanjut

0

The Untold Story “You”


Pada akhirnya, yang sudah teralihkan, kembali lagi ke awal.

Hai adit, terima kasih sudah membukakan pintu hati dan kehidupan gue. Terima kasih sudah mencerahkan perihal masa depan. Terima kasih sudah membuat gue beroptimis atas masa depan itu. Terima kasih juga sudah berbagi segala pandangan masa depan. Terima kasih sudah ada disana, mencoba untuk membuka hati dan fikiran gue. Baca lebih lanjut

0

Susah nya menempatkan diri dengan baik di dalam organisasi.


Pendapat ini muncul ketika orang-orang mengeluhkan ketidakhadiran gue dalam kegiatan maupun rapat.
Setiap orang pasti punya alasan kenapa dia jarang hadir pada suatu kegiatan didalam organisasi itu.

Gue pribadi memiliki alasan sendiri yang pasti nya itu-itu aja yang adaa di fikiran kalian.

1. Sakit.
Gue tipikal orang yang gampang sakit dan memang di diagnosis sama dokter kalau sistem imun gue ga bagus dan menyebabkan sakit nya gue itu tergantung keadaan atau lingkungan.

Jadi ketika gue 2jam kuliah didalam ruangan ber-AC, setelah itu gue pergi makan ke kantin yang panas nya membara sumpek penuh orang, disitulah suhu badan gue bermain dengan sendirinya yang menyesuaikan dengan keadaan lingkungan.
Kadang dari pertukaran suhu itu, gue bisa selamat dari serangan demam maupun sakit kepala, dan yang paling sering dan sering menghambat kehadiran gue didalam kegiatan organisasi ya tentu saja sakit kepala atau demam.
Hampir tiap gue pulang kuliah selalu demam.

Teman-teman di kampus sih udah sering nyuruh gue buat periksa ke dokter atau minum obat. Dan gue udah pernah ngelakuin itu semua.

Dulu, ketika gue sakit kepala dan gue masih banyak kegiatan, gue minum obat sakit kepala. Sering nya sakit kepala maka mengharuskan gue minum terus obat sakit kepala itu. Tapi ya gak tiap hari juga minum obat nya. Pernah gue biarin aja tuh sakit kepala sampe gue nyelesein kegiatan-kegiatan dikampus maupun organisasi. Eh ternyata jebot, itu sakit kepala makin menjadi-jadi disertai demam. Otomatis pas ngerasa udah sangat sakit sekali gue minum obat sakit kepala ala warung kaki lima. Alhamdulilah membantu ya obat nya.
Sumpah badan gue ga nerima perubahan suhu yang ekstrem.
Akan tetapi….pada suatu ketika, bangun tidur pagi, gue langsung muntah-muntah, seharian gue biarin aja, Cuma minum obat maag ala warung. Pas banget itu gue lagi uas broh. Nyakitin banget ya.
Hari kedua gue masih muntah-muntah dan masih gue sempetin ikut ujian di hari kedua itu. Pas ujian gue uwak uwek terus ya, udah kayak mayat idup. Hih
Dan sampe rumah gue lanjut muntah-muntah tanpa mengijinkan sesuap makanan jenis apapun masuk. Bahkan minum teh manispun aku luapkan lagi.
Malamnya periksa kedokter klinik langganan, katanya Cuma maag aja, jangan makanan yang pedes ya.

Dalam hati gue ngemeng ‘oh berarti dugaan gue bener cuma maag biasa. Nanti juga sembuh kalau udh minum obat mah’
Dan dihari ketika gue muntah-muntah ga jelas, gue masih muntah-muntah men. Damn! Ini sebenernya apa sih ya. Kok nyakitinya tuh ga selesai-selesai. And malem nya gue periksa ke dokter yang ada lab nya lengkap dengan rawat inap.

Periksalah gue sama dokter, ditanya2..dan gue disuruh tes darah karena diindikasikan ini merupakan sakit liver. Shit men, kenapa gue tiba-tiba bisa kena liver coba.
Setelah hasil lab keluar dan tadaaaaa gue didiagnosis kena liver. Bukan gejala yang. Tapi baru awal. YaAllah, kenapa gue sakit liver. Aaaaakkk nangis gue.
Abis itu gue merenung, kenapa bisa gue kena liver men. Dan gue terbesit itu akibat sakit kepala yang selalu menyuruh gue minum obat sakit kepala itu.
Mulai dari situ gue berenti minum obat dan memutuskan untuk langsung pulang kalau sakit kepala atau demam menyerang.
Dan itu alasan gue kenapa sering absen dari kegiatan atau rapat organisasi yang gue cintai.
Ah gue juga pernah ya sakit kepala rasa nya kayak lagi naik komedi ombak muter-muter ga karuan. Gue periksa ke dokter eh katanya gue ada gangguan otak kecil. Dan setelah itu gue ga mau didiagnosis lagi sama dokter yang nyatanya ga selesai juga sakit kepala ini sampai detik ini coy.

2. Keluarga

Huft, bagi gue ini alasan klasik yang ga bisa gue sepelin begitu aja. Mengapa? Ya karena keluarga adalah rumah terakhir gue. Masa iya gue pulang kerumah terakhir cuma numpang muka. Kan gue harus dan mesti kasih feedback, ya gak.
Dan ya, gue anak kedua, gue punya ade yang tanggungan finasial nya oleh orang tua dan tanggungan kebahagiaan maupun keinginan serta keamanan oleh gue.
Mamih Papih kerja, ga ada waktu untuk ngurus detail tentang ade gue. Dan otomatis gue yang selalu mengorbankan dan dikorbankan untuk segala keperluan ade gue.
Abang gue udah nikah, otomatis, mamih papih kalau ada apa-apa pasti ke gue. Gue yang diandelin didalam sini.
Contohnya ketika gue harus pulang malem karena rapat yang memang biasa sampai larut malam..dan kewajiban mamih papih dede untuk makan malam..
‘Kaka pulang jam berapa, mamih mau makan’
‘kaka dimana, mamih mau makan’
‘ka cepetan pulang, dede minta makan’
‘kamu dimana si ka, pulang jangan lama-lama, mamih mau makan’
Guys, ketika lo jadi andelan dirumah, apa-apa minta nya ke elo, dan apa-apa harus dilakuin bareng elo, elo bisa apa ketika udah di sms atau di telpon begitu??
Serba salah cyiiin, gue ninggalin rapat ga enak, ninggalin mamih papih juga ga enak.
Gue bisa apa ketika kedua hal itu udah masuk dan melekat disini *nunjuk dada dan kepala*