The Untold Story “You”

Pada akhirnya, yang sudah teralihkan, kembali lagi ke awal.

Hai adit, terima kasih sudah membukakan pintu hati dan kehidupan gue. Terima kasih sudah mencerahkan perihal masa depan. Terima kasih sudah membuat gue beroptimis atas masa depan itu. Terima kasih juga sudah berbagi segala pandangan masa depan. Terima kasih sudah ada disana, mencoba untuk membuka hati dan fikiran gue.

Terima kasih pernah berada disana saat kesepian melanda. Terima kasih sudah mau berteman dengan gue, dan segala kerumitan yang ada. Meskipun baru segelintir cerita yang bisa gue bagi ke lo, tapi terima kasih lo sudah berbagi kisah ke gue.

Perihal menikah, jujur, awalnya gue emang gak mau menikah semenjak abang menikah. Terlalu perih rasanya. Terlalu berat beban yang akan dipikul meskipun tak semua dipikul sendiri.

Terima kasih telah membuat gue bangkit dari keterpurukan diri, membuat gue melupakan sejenak kehendak untuk mati, dan  membuat gue menginginkan untuk membangun masa depan dengan calon masa depan.

Terima kasih sudah membuat diri ini jatuh cinta lagi, merasakan kasmaran, dan segala hal tentang cinta. Namun, rasa sayang itu tak mesti berbalas. Jujur, saat itu rasanya gue seperti ditolak padahal gak nembak. Gue patah hati sebelum menyatakan ketertarikan. Gue ngerasa kita harus berakhir meskipun belum pernah memulai. Gunanya apa? Biar gue lepas sejenak dari fikiran tentang lo. Tiap buka ig, igstories lo muncul paling pertama, bin gue penasaran, bikin gue pengen memulai percakapan, karena percakapan kita bermula dari instagram. Berterima kasihlah pada instagram yang sudah mendekatkan kita, baik hati maupun fikiran.

Padahal gue belum cerita banyak perihal kehidupan gue, tapi entah kenapa gue susah banget lepasin fikiran dari lo. Tiap kita gak chat, fikiran gue selalu melayang. Adit jam segini ngapain ya, pasti begini, pasti main ini, pasti lagi ini, atau lagi itu. Kareena gue terbiasa menerima laporan lo lagi ngapain dan bakal kemana dan aktifitas apa aja yang sudah dilakuin seharian itu.

Tapi sekarang, gak ada lagi hal kayak gitu. Kosong melompong hilang isi. Gue kalau udah sayang, susah hilangnya, jadi harap maklum kalau perhatian gue masih belum hilang.

Cinta bisa hadir karena terbiasa, dan gue terbiasa dengan keberadaan kita. Kisah kita yang belum sempat dimulai pun memang lucu dari awalnya, coba inget deh awal kita kenal. Bagi gue itu lucu, lo ngemeng gue anak sawangan. Padahal sendirinya orang blasteran sawangan.

Cinta itu bisa ada karena terbiasa. Kita terbiasa chat, cerita, ngobrol dan becanda. Itulah kenapa bisa timbul rasa sayang. Perihal gue sering diselingkuhi, gue emang gak kapok. Tapi gue menutup diri dari kemudahan gue untuk jatuh hati. Yah, saat ini, hati gue masih jatuh untukmu. Untuk bangkit berdiri sendiri sih membutuhkan waktu yang lumayan lama menurut gue.

Maka ijinkanlah aku mencintaimu. Atau bolehkan aku sekedar sayang padamu.
Maka maafkan jikaku mencintaimu. Atau biarkan kumengharap kau sayang padaku

i’m sorry i love you.

Bagi gue, gak ada penyesalan ketika semua telah terjadi, dan gue enggak menyesal pernah kenal lo. Tapi kalau lo nyesel kenal sama gue, it’s okay. Tapi inget, lo ga bakal nemu yang kayak gue lagi mihihihi.

Jika pada kehidupan ini kita tidak berjodoh, semoga dikehidupan selanjutnya, takdir berpihak pada kita dan dapat menyatukan hati bersama. See you in next life, dit.

With love,

yang selalu menyebut namamu dalam doa.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s