The Untold Story “Us”

Hai dut, di, terima kasih sudah berada disana saat masa-masa kecil kita, saat kita beranjak dewasa dengan segala kenakalan remaja, dengan segala perkataan kasar, atas segala janji dan rencana yang telah dibuat.

Terima kasih sudah mewarnai hidup gue, selalu berada disana saat kekurangan, kesedihan maupun kesendirian. Persahabatan kita gak akan luntur oleh waktu, hanya saja kesibukan dan dunia masing-masing yang membuat kita terpisah oleh jarak dan waktu.

Dut, di, sukses ya buat kita. Sekarang usia kita 22-23, kita bakal kumpul bareng lagi diusia berapa? 40?

Dut, pernikahan lo adalah sebuah patah hati terdahsyat gue, ketika kita sudah merencanakan bahwa saatnya nanti salah satu dari kita akan menikah, kita akan foto bersama sebagai single yang terbalut dalam sebuah persahabatan abadi.

Saat itu kita bermimpi bahwa kelak nanti, kita foto studio bertiga sebelum masing-masing dengan kehidupannya, nan ganteng dan cantik dengan setelan formal. Tapi nyatanya persahabatan kita bagai sebuah omong kosong belaka. Kabar pernikahan itu datang tanpa terduga. Bukan, bukan gue cemburu, tapi gue sedih, disaat lo susah dan bahagia, gue gk disana. Padahal, sebelumnya kita selalu disana bersama-sama. Sekalipun gak bertiga, lo biasa curhat berdua sama gue. Dut, asal lo tahu, persahabatan itu bukan hanya tentang senangnya saja. Tapi juga terselip duka.

Satu bulan pasca pernikahan itu, gue masih sering nangis, rasanya kok tega banget lo gak ngabarin gue, yang sebelumnya cerita nistapun lo cerita ke gue. Disitu gue ngerasa persahabatan kita gak ada artinya sama sekali. Dan gue berada di titik “masih tidak percaya” kalau lo udah nikah. Dut, rasanya baru kemarin lo kabur dari pesantren, lo minta motor sama ayah, lo anter jemput mba ganes, lo nemenin ayin belanja di giant. Gue masih sempet nanya ke bunda, “bun, didan beneran udah nikah bun?”. Kadang gue curhat kegalauan gue sama mamah.

Dut, kita biasa bareng-bareng, bahkan malam terakhir kita jumpa dalam status single, kita masih berbagi cerita. Dut, gak mudah bagi gue sebagai teman dekat yang biasa bareng-bareng menyimpan segala misteri yang tidak mereka ketahui. Ketika mereka menyinggung pernikahan itu, gue cuma bisa diam sambil mengelus dada. Gue gak bermaksud menutupi, tapi gue emang benar-benar gak tahu. Mungkin di benak mereka bakal berfikir “masa mia temennya sendiri gak tau apa2” tapi emang gue gak tau apa-apa, karena lo gak melibatkan gue disana.

Dut, untuk move on dari zona nyaman persahabatan kita itu gak mudah bagi gue, gue terlalu terbiasa dut. Dan ketika hal itu berubah, gue berontak, gue gak suka, gue gak betah dan gue gak tahan. Rasanya hampa hidup ini, dan gue terlalu berputus asa, hingga gue selalu mengingat momen manis kita bersama-sama.

Doa gue selalu yang terbaik buat lo dut, bahagia dengan kehidupan sekarang, lindungi apa yang lo punya.

Di, cepet sembuh ya. balik lagi jadi didi yang ceeria, gesrek, pede, narsis, gaul, rambut gondrong dan didi yang gue kenal senang becanda. Di, cepet balik lagi kayak semula, biar gue ada temennya kalau didan lagi gak ada.

Di, gue kangen masa-masa kita cuma jalan berdua ketika didan membatalkan sepihak. Gue kangen cerita-cerita kayak biasa, ngadain acara bareng, dan segala yang pernah terjadi. Di, cepet balik kayak semula, jangan ngaco kalau diajak ngomong ya di.

Di, cepet balik kesemula ya, yang selalu cepat respon dan cepat tanggap. Kayak waktu itu gue cerita perihal didan, dan lo cuma resspon gitu doang ketika gue datang kerumah nangis-nangis sambil cerita.]

Sukses pokoknya ya di, doa gue selalu menyertai lo dari sini.

Gue selalu disini dut, di. Gue enggak pergi dari kalian, tapi kalian yang bakal pergi dari gue. Dan gue tau itu pasti. Dut, di, akan ada saatnya kita akan menjelajah dunia dengan cara dan jalur yang berbeda. Semoga apa yang dicari kelak akan berbuahkan hasil dan dipertemukan kembali.

Love will find a way to it’s own home.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s