0

Sekarang dan yang lalu


Everything will change as the time passed by.

Puasa tahun lalu masih berstatus mahasiswa yang kadang menghabiskan waktu berbuka bersama keluarga, mengisi konten di blog sendiri, mengikuti kegiatan blogger dan fangirling berjam-jam.

Pulang kerumah sambil berbuka puasa bersama sanak saudara, riweuh beli bukaan dan berbagai macam makanan, belum lagi mempersiapkan alat makan serta takjil untuk ke pesantren.

Namun puasa tahun ini semuanya berubah, tak lagi sama dan sedikit berbeda. Rindu pada dia, dia yang biasa menjadi tempat bermanja ria, dia yang biasa mengingatkan ibadah dan menyuruh berhati-hati dalam berkendara.

Papah, semenjak beberapa bulan yang lalu, beliau mengikuti kegiatan diklat yang memakan waktu serta tenaga. Harus mobile bandung-depok setiap minggu.

Sejujurnya, sudah terbiasa ditinggal pergi kedua orang tua, namun, rasanya ini yang paling lama, berbulan-bulan dan waktu jumpa yang sangat sedikit. Berbagai macam aktifitas yang dilakukan bersama nyatanya semua berkurang.

Rindu, rindu papah yang biasa dipeluk dan dicium. Rindu ketika pagi harus bangun dan mengantarnya hingga teras saat hendak berangkat kerja.

Semua berbeda, puasa tahun lalu masih menjadi mahasiswa, dan puasa tahun ini menjadi pekerja. Waktu banyak dihabiskan untuk membantu sesama, bukan untuk bersama keluarga seperti biasanya.

Mamah tentu saja kesepian, karena ini adalah puasa pertama dalam hidupnya berumah tangga tanpa papah.

Meski hanya beberapa hari, tapi rasanya seperti ada yang kosong, sepi, dan tidak ada yang kerepotan.

Waktu berlalu dengan biasanya, tidak ada yang dipercepat maupun diperlambat. Percayalah, tidak ada yang berubah perihal perputaran waktu, yang berubah hanya usia dan jenjang karir.

Usia yang sekarang memasuki usia yang sangat produktif dalam mengolah kehidupan menjadi lebih baik lagi. Dan jenjang karir menuntut untuk melakukan perbaikan dan peningkatan.

Counting days feels like it’s killing me slowly.

Menghitung hari papah kembali kerumah rasanya sangat tak sabar. Rasanya ingin langsung beliau tiba dirumah dalam hitungan detik.

Papah, dari lubuk hati terdalam, neng kangen.

Biasanya neng dipeluk atau dicium pas bangun tidur, tapi papah masih tugas disana. Biasanya neng manja-manjaan sama papah sambil ngajak makan disana dan disitu, tapi semuanya harus ditahan. papah masih tugas dan belum selesai.

Papah, tanpa neng ucapkan secara lantang maupun tertulis pada setiap status, neng sayang papah. Neng kangen.

Iklan